Lomba Kampung Iklim merupakan kegiatan evaluasi dan apresiasi yang ditujukan bagi masyarakat di tingkat desa atau kelurahan yang telah melaksanakan aksi nyata dalam pengendalian perubahan iklim. Program ini umumnya merupakan bagian dari Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diinisiasi oleh pemerintah untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Secara lengkap, lomba ini menilai dua aspek utama, yaitu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Mitigasi mencakup upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, seperti pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, serta penghijauan melalui penanaman pohon. Sementara itu, adaptasi meliputi langkah-langkah untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, seperti pengelolaan sumber daya air, pencegahan banjir dan longsor, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta peningkatan ketahanan pangan.
Selain aspek lingkungan, lomba Kampung Iklim juga menilai partisipasi masyarakat, kelembagaan lokal, inovasi program, serta keberlanjutan kegiatan yang dilakukan. Keterlibatan warga menjadi kunci utama, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama.
Tujuan utama dari lomba ini adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap isu perubahan iklim, memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampaknya, serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik (best practices) antar wilayah, sehingga dapat menginspirasi daerah lain untuk menerapkan program serupa.
Dengan adanya Lomba Kampung Iklim, diharapkan tercipta komunitas yang tangguh terhadap perubahan iklim, mandiri dalam pengelolaan lingkungan, serta mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.